
Sabtu, 12 Juli 2025 – Sebagai bagian dari program Eureka Mengabdi 2025, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan pemasangan tong sampah hibah dari Dinas Lingkungan Hidup di Kp. Mekarmulya, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Proses pemasangan tong sampah berlangsung dengan dukungan serta pendampingan dari para tokoh masyarakat, yaitu Ketua RW 21 Bapak Wandang Warnu dan Ketua RW 15 Bapak Enjang Wahidin.
Kolaborasi antara mahasiswa Pendidikan Fisika, pemerintah daerah, dan warga ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antar unsur masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Sementara itu, di sudut lain kampung, mahasiswa bersama warga membuat dan memasang papan edukatif bertuliskan jenis-jenis sampah, seperti Sampah Organik, Sampah Anorganik, dan Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Papan ini diletakkan di tempat strategis untuk memperkuat pemahaman warga terhadap pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian fasilitas, tetapi juga membangun kesadaran kolektif warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui dialog singkat yang dilakukan di sela-sela kegiatan, mahasiswa dan warga berdiskusi mengenai cara-cara sederhana mengelola sampah rumah tangga, manfaat daur ulang, dan bahaya sampah jika tidak dikelola dengan baik.
Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam membentuk budaya bersih dan peduli lingkungan di tengah masyarakat. Diharapkan, hibah tong sampah dari DLH ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menjadi awal dari gerakan pengelolaan sampah mandiri di Kp Mekarmulya RW 15 dan RW 21.

Tak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan gotong royong bersama warga dan anak-anak setempat dalam mengumpulkan sampah yang berserakan di sekitar lingkungan. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang edukasi bagi anak-anak untuk mengenal pentingnya kebersihan dan menjaga lingkungan sejak dini.
Sebagai bagian dari aksi penghijauan, mahasiswa juga melakukan penanaman bibit pohon kayu manis (cinnamon) dan eucalyptus di lahan terbuka milik warga. Penanaman ini bertujuan untuk mendukung kelestarian lingkungan, meningkatkan kualitas udara, dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menyalurkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga membangun kesadaran ekologis bersama warga. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam Eureka Mengabdi ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mewujudkan kampung yang lebih bersih, hijau, dan berdaya.

