Jumat, 28 Agustus 2026 & Sabtu, 29 Agustus 2026- Transisi dari lingkungan sekolah menengah ke perguruan tinggi kerap memicu culture shock bagi mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Minimnya pemahaman awal mengenai etika perkuliahan, norma kampus, serta kedisiplinan akademik menjadi tantangan utama yang dapat memperlambat proses adaptasi pembelajaran mandiri berbasis digital dan riset. Sebagai solusi strategis, kegiatan Pembinaan Mahasiswa Baru 2026 ini diselenggarakan untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman kode etik, pembentukan karakter Islami yang kuat, serta penguatan rasa kekeluargaan dan profesionalisme. Melalui pendekatan pematerian, mentoring, dan penugasan kolaboratif, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga menjunjung tinggi etika dan aktif berorganisasi.

| Urgensi utama dari pembinaan ini adalah untuk menjembatani proses transisi mahasiswa baru dari lingkungan sekolah menengah ke dunia perguruan tinggi agar terhindar dari gegar budaya (culture shock). Banyak mahasiswa baru yang belum memiliki pemahaman merata mengenai kode etik perkuliahan, serta kedisiplinan. Melalui pembinaan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter Islami, etika akademik, dan budaya berorganisasi sejak awal agar potensi maba dapat terarah secara optimal. |
| Tema ini diusung karena kami ingin mahasiswa baru tidak hanya sekadar “ada” atau kuliah secara formalitas, tetapi mampu menunjukkan eksistensi yang positif dan berintegritas. Menemukan dan mewujudkan nilai-nilai mulia, merefleksikan proses penanaman akhlakul karimah, etika akademik, serta kepatuhan terhadap norma kampus. Harapannya, mereka tumbuh menjadi calon pendidik sains yang cerdas secara intelektual (berpikir kritis) sekaligus memiliki kepribadian yang santun dan Islami. |
| Keterlaksanaan kegiatan berjalan dengan runtut dan interaktif. Rangkaian diawali dengan pengenalan via Zoom, dilanjutkan pematerian tata tertib dan etika kampus, hingga sesi tanya jawab. Untuk memastikan pemahaman tidak hanya sebatas teori, keterlaksanaan juga diuji melalui pendampingan mentor dan penugasan kelompok berupa pembuatan video edukasi kode etik. Secara umum, partisipasi mahasiswa baru sangat antusias dan indikator ketercapaian pemahaman materi tercapai sesuai target. |
| Mahasiswa baru menyambut kegiatan ini dengan sangat positif, merasa kegiatan berlangsung seru, interaktif, ramah, dan penuh rasa kekeluargaan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam menghilangkan rasa canggung/deg-degan maba saat memasuki dunia kampus, melatih keberanian, serta mempererat silaturahmi baik antar sesama maba maupun dengan akang-teteh tingkat (mentor). |
| Maba memperoleh pencerahan dan pemahaman mendalam mengenai etika perkuliahan (seperti etika berkomunikasi dengan dosen, etika di media sosial/WhatsApp, serta tata cara berpakaian). Selain itu, mereka memahami aturan dan budaya kampus, melatih kedisiplinan serta tanggung jawab, dan merasa lebih terbekali serta siap menghadapi dinamika perkuliahan di Prodi Pendidikan Fisika. |
| Kesan Selama Mengikuti Pembinaan
“Awalnya jujur sempat merasa grogi dan deg-degan, tetapi makin ke sini acaranya ternyata seru, interaktif, dan penuh rasa kekeluargaan. Pembinaan ini sangat membantu maba mengenal lingkungan kampus sebelum resmi memulai perkuliahan.” – Siti Suhaebah Aslamiyah & Ihpad Najarudin Sopwan (Maba Pendidikan Fisika 2026) “Penyampaian materinya sangat ramah dan mudah dipahami. Kami merasa terangkul dan bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga Pendidikan Fisika, karena tidak semua prodi merasakan pembinaan sedekat ini.” -Rafeyfa Asyla Alilatul Bariza (Maba Pendidikan Fisika 2026)
Hal yang Didapat Setelah Pembinaan “Saya mendapatkan pencerahan mendalam terkait norma dan etika mahasiswa mulai dari cara berkomunikasi yang sopan dengan dosen via WhatsApp, etika berpakaian, hingga etika di media sosial dan fasilitas umum.” – Moch Raihan Sopian & Muhamad Ripqi (Maba Pendidikan Fisika 2026) “Selain menambah relasi dan ilmu baru, kegiatan ini melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta cara menghargai pendapat orang lain. Kami merasa lebih terbekali dan siap menjalani kehidupan perkuliahan ke depannya.” – Alika Nur Asfia & Naura Despitasari (Maba Pendidikan Fisika 2026) |

