
Sabtu, 14 Februari 2026 – Kegiatan ini bertujuan untuk membagikan pengalaman organisasi mahasiswa dalam mencetak karakter guru masa depan yang tangguh, disiplin, dan jujur. Selain itu, agenda ini menjadi wadah edukasi untuk menunjukkan bahwa Fisika sangat dekat dengan keseharian, menyenangkan, serta mampu memberikan solusi nyata bagi isu lingkungan dan kesehatan melalui berbagai program inovatif mahasiswa.
Dalam siaran ini, Dias Aldes Wahyudi sebagai narasumber pertama memaparkan tantangan kepemimpinan di era digital, khususnya dalam mengelola media sosial dan branding organisasi agar tetap relevan bagi mahasiswa. Sebagai bentuk inovasi untuk mengatasi minimnya literasi sains, Dias memperkenalkan program “Safari Belajar” ke instansi seperti BRIN atau Puspa Iptek agar mahasiswa dapat belajar sambil bermain dalam suasana yang edukatif. Selanjutnya, Dini Nursari Anjani menambahkan bahwa program “Eureka Mengabdi” sejauh ini menjadi inisiatif paling efektif karena memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui aksi nyata di lapangan. Sebagai pelengkap, Wifa Alifatun Nisa berbagi strategi mengenai manajemen waktu yang efektif agar tetap berprestasi secara akademik di tengah padatnya jadwal kuliah Fisika dan tanggung jawab besar di organisasi.
Diskusi interaktif ini juga menghighlight sisi menyenangkan Fisika yang hadir di tengah masyarakat, di mana teknologi radio yang digunakan RRI saat siaran merupakan aplikasi nyata dari materi gelombang elektromagnetik. Melalui program “Eureka Mengabdi”, menjelaskan solusi Fisika untuk bumi, mulai dari penerapan konsep tekanan untuk filtrasi air hingga literasi kesehatan terkait pemenuhan gizi. Kegiatan siaran di RRI ini diakhiri dengan pesan bahwa melalui kombinasi antara pengabdian dan metode belajar yang interaktif, mahasiswa Pendidikan Fisika belajar untuk tetap rendah hati dan humanis dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

