Kolaborasi Riset PHEDEVI EduTech antara UIN Mataram dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

 

Rabu, 6 Mei 2026-Kegiatan ini melibatkan Prof. Dr. Adam Malik, M.Pd. sebagai narasumber, Research and Academic Center UIN Raden Intan Lampung sebagai penyelenggara, serta dosen pemula dan tenaga kependidikan (tendik) sebagai peserta.

Kegiatan kolaborasi riset ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya memperkuat ekosistem riset kolaboratif di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Di tengah perkembangan pendidikan abad ke-21, kebutuhan terhadap inovasi pembelajaran berbasis teknologi menjadi semakin penting, khususnya dalam menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini.

Perkembangan teknologi digital menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang mampu mengintegrasikan teknologi, kreativitas, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan bahan ajar digital yang interaktif, belum optimalnya penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran fisika, serta perlunya model pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep sains dengan kehidupan nyata dan budaya lokal.

Berdasarkan kondisi tersebut, Tim MoRA The Air Funds UIN Mataram menghadirkan riset berjudul “PHEDEVI EduTech: Pengembangan Bahan Ajar Digital PHEDEVI (Physics Energy Digital Virtual) Berbasis Virtual Laboratory dan Project-Based Learning bernuansa Etnopedagogi dalam Mengintegrasikan Konsep Photovoltaic Thermal terhadap Problem Solving, Literasi Sains, dan Creativity Mahasiswa.”

Kegiatan kolaborasi diawali dengan agenda penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Penandatanganan MoU ini menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun kerja sama strategis di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Setelah agenda formal selesai, kegiatan dilanjutkan dengan studi pendahuluan di Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Studi pendahuluan dilakukan untuk memahami kondisi riil pembelajaran fisika, karakteristik mahasiswa, serta penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran yang berlangsung di lingkungan program studi.

Selanjutnya, tim peneliti melaksanakan analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan dalam pengembangan bahan ajar digital. Fokus analisis meliputi penggunaan teknologi pembelajaran, kebutuhan terhadap laboratorium virtual, implementasi Project-Based Learning, serta kesiapan dosen dan mahasiswa dalam mengadopsi pembelajaran berbasis teknologi digital.

Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti juga melakukan wawancara dengan Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Prof. Dr. Adam Malik, M.Pd. Wawancara ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai arah pengembangan kurikulum, tantangan implementasi pembelajaran berbasis teknologi, serta harapan terhadap inovasi bahan ajar di masa mendatang.

Selain wawancara dengan ketua program studi, tim juga berdiskusi dengan mahasiswa dan dosen Pendidikan Fisika. Mahasiswa menyampaikan bahwa pembelajaran yang interaktif dan fleksibel sangat dibutuhkan, terutama melalui penggunaan laboratorium virtual yang memungkinkan pelaksanaan eksperimen tanpa keterbatasan alat dan ruang. Sementara itu, para dosen menekankan pentingnya pengembangan bahan ajar yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dan kearifan daerah dalam pembelajaran sains.

Hasil sementara dari studi pendahuluan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran sudah mulai diterapkan, namun masih terdapat peluang besar dalam pengembangan bahan ajar digital yang lebih inovatif, kontekstual, dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa.

Melalui kegiatan kolaborasi ini diharapkan tercipta inovasi pembelajaran fisika yang lebih humanis, kontekstual, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pendidikan masa depan. Selain itu, kolaborasi antara UIN Mataram dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun jejaring riset yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan antar PTKIN di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *