KUNJUNGAN DOSEN TAMU “MENGAJAR FISIKA TANPA MISKONSEPSI: STRATEGI & REFLEKSI”

 

Jumat, 7 November 2025 – Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan kegiatan Kunjungan Dosen Tamu yang bertempat di Laboratorium MIPA Pendidikan Fisika. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Adam Malik, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan akademik seperti ini sebagai upaya memperkaya wawasan konseptual mahasiswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran fisika berbasis pemahaman ilmiah. Beliau menekankan bahwa seorang calon guru fisika tidak hanya perlu menguasai rumus, tetapi juga memahami makna dan penerapan konsep fisika secara mendalam agar terhindar dari miskonsepsi dalam mengajar.

Pada kegiatan ini, Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.PFis., dari Program Studi Tadris IPA UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung, memaparkan materi bertema “Mengajar Fisika Tanpa Miskonsepsi: Strategi & Refleksi” dengan slogan “Karena memahami konsep tidak sekadar menghapal rumus.” Pemateri menjelaskan berbagai bentuk miskonsepsi yang sering terjadi dalam pembelajaran fisika, seperti pada topik gerak dan gaya, tata surya, rangkaian listrik, gelombang, serta suhu dan kalor.

Kegiatan dilaksanakan secara interaktif dengan mekanisme partisipatif melalui platform Mentimeter (www.menti.com). Pada sesi ini, pemateri memberikan beberapa pertanyaan pemantik tentang miskonsepsi fisika, dan mahasiswa diminta menjawab secara langsung menggunakan kode akses 1403 3617 melalui perangkat masing-masing. Jawaban mahasiswa kemudian ditampilkan secara real-time di layar proyektor untuk dianalisis bersama. Beberapa contoh pertanyaan yang diajukan antara lain:

  • “Apakah gaya diperlukan agar benda tetap bergerak?”
  • “Mengapa musim panas terjadi apakah karena Bumi lebih dekat ke Matahari?”
  • “Dalam rangkaian listrik, apakah baterai menghasilkan arus?”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk merefleksikan pemahaman konseptual mereka serta menyadari adanya miskonsepsi umum yang sering muncul. Pemateri kemudian menjelaskan alasan ilmiah di balik setiap jawaban dan mengaitkannya dengan prinsip-prinsip fisika yang benar.

Selain mengidentifikasi penyebab miskonsepsi seperti faktor siswa, guru, metode pembelajaran, dan buku ajar pemateri juga menawarkan strategi remediasi yang efektif melalui pendekatan Simulation-Based Experiment (SBE), Conceptual Change Text (CCT), dan Inquiry-Based Learning (IBL).

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen yang aktif berdiskusi mengenai cara mendiagnosis dan mengatasi miskonsepsi dalam pembelajaran. Acara ditutup dengan pesan inspiratif dari pemateri bahwa “Guru yang baik bukan hanya mengajarkan rumus, tetapi membimbing cara berpikir ilmiah.” Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi pedagogik dan konseptual mahasiswa calon guru fisika dalam mengajarkan konsep-konsep fisika secara benar dan bermakna.

Demikian berita acara ini disusun sebagai dokumentasi pelaksanaan kegiatan Kunjungan Dosen Tamu Program Studi Pendidikan Fisika, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *