Studi Lapangan Ilmu Pengetahuan dan Bumi Antariksa: Pengukuran Infiltrasi, Lebar Kedalaman Sungai, Dan Kecepatan Arus Di Bendungan Hidden Gem Rancaekek

 

Rancaekek, 8-9 November 2025 –.Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung Semester 5 Angkatan Tahun 2023 melaksanakan Kuliah Lapangan Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) di kawasan Bendungan Hidden Gem Rancaekek. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran praktis yang bertujuan memperkuat pemahaman siswa terkait dinamika sungai, infiltrasi tanah, dan karakteristik aliran permukaan.

Kegiatan lapangan dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 5 dengan pendampingan langsung oleh dosen pengampu mata kuliah Ibu Rena Denya Agustin, M.Si dan asisten dosen Kang Riki Purnama Putra, S.Pd., MT, PhP.E., MLab.E. Pengukuran dan observasi dilakukan berdasarkan tiga modul utama, yaitu pengukuran infiltrasi tanah, pengukuran lebar dan kedalaman sungai, serta pengukuran kecepatan arus sesuai prosedur ilmiah geografi fisik dan geologi lingkungan.

Rangkaian Kegiatan Hari Pertama (8 November 2025)

Pukul 08.00 WIB, seluruh mahasiswa berkumpul di Kampus 2 untuk briefing awal sebelum keberangkatan. Setibanya di lokasi, siswa melakukan persiapan dan pembagian alat sesuai kelompok.

Pada sesi siang hingga sore hari, siswa mulai melakukan kegiatan inti, yaitu:

  1. Pengukuran Lebar Sungai

Mahasiswa mengidentifikasi titik-titik observasi dari hulu menuju hilir, lalu mengukur lebar sungai menggunakan pita ukur secara horizontal. Pengukuran dilakukan tiga kali pada setiap titik untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat.

  1. Pengukuran Kedalaman Sungai

Pengukuran kedalaman dilakukan secara vertikal pada titik-titik transek menggunakan meteran kolom udara. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan untuk menguji hipotesis bahwa kedalaman bertambah seiring mendekati hilir.

  1. Pengukuran Kecepatan Arus Sungai

Mahasiswa menggunakan metode pelampung sederhana untuk mengukur waktu tempuh objek pada jarak tertentu. Data ini digunakan untuk menganalisis variasi kecepatan arus antar-titik sungai.

Menggunakan kegiatan inti, mahasiswa melanjutkan agenda malam dengan ISHOMA, shalat berjamaah, sesi diskusi, serta acara kebersamaan seperti liwetan dan api penguin.

Rangkaian Kegiatan Hari Kedua (9 November 2025)

Kegiatan diawali dengan shalat Subuh berjamaah, senam pagi, dan sarapan bersama. Pada pukul 07.00–10.00 WIB, siswa kembali melakukan pengambilan data lanjutan untuk memastikan kesesuaian hasil observasi dengan hipotesis yang telah diberikan dalam modul.

Setelah seluruh data lengkap, siswa melakukan persiapan penutupan dan dokumentasi kegiatan sebelum kembali ke kampus pada siang hari.

Meskipun setiap titik sungai memiliki karakteristik yang berbeda-beda, siswa tetap dapat menyelesaikan seluruh pengukuran secara sistematis. Beberapa temuan awal menunjukkan adanya variasi infiltrasi yang mempengaruhi jarak dari sungai dan kondisi kemiringan lereng, serta perubahan lebar–kedalaman sungai yang konsisten dengan teori dinamika aliran.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan siswa dalam melakukan observasi lapangan, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai hubungan antara proses hidrologi, geomorfologi sungai, dan faktor lingkungan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan konsep IPBA secara komprehensif, mengolah data lapangan dengan metode ilmiah, dan memahami pentingnya kajian untuk mendukung pendidikan fisika dan pengelolaan sumber daya alam.

Penulis : Siti Aisyah Ayuwistira

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *