Ciwidey, 13 Juli 2026 – Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pernikahan dini pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertempat di SMPN 3 Ciwidey, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program Eureka Mengabdi 2026 yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya perencanaan masa depan serta meningkatkan pemahaman terkait dampak dan bahaya pernikahan pada usia dini. Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa dan siswi kelas VIII dan IX SMPN 3 Ciwidey.
Pelaksanaan sosialisasi mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala sekolah beserta tenaga pendidik menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya memberikan pengetahuan tambahan kepada para peserta didik mengenai isu pernikahan dini yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah.
Teten Priadi, S.Pd., M.M. selaku tenaga pendidik SMPN 3 Ciwidey menyampaikan, “Diharapkannya ada kegiatan ini bisa menjadi bermanfaat bagi siswa dan siswi untuk menambah pengetahuan serta pemahamannya.”

Kegiatan sosialisasi menghadirkan Maya Yulia Safitri, S.Psi. selaku narasumber utama dari BKKBN Provinsi Jawa Barat. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan berbagai informasi mengenai kondisi pernikahan dini di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, serta pentingnya peran generasi muda dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Beliau menyampaikan bahwa, “Proporsi perempuan umur 20–24 tahun yang berstatus kawin atau berstatus hidup bersama sebelum umur 18 tahun itu sebanyak 4,56% menurut provinsi.” Data tersebut menunjukkan bahwa kasus pernikahan dini masih menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
Penyampaian materi dalam kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode yang interaktif dan menyenangkan. Narasumber mengajak para siswa untuk terlibat secara aktif melalui berbagai bentuk interaksi sehingga suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan mampu menarik perhatian para peserta, khususnya siswa kelas VIII dan IX SMPN 3 Ciwidey.
Dalam pematerian tersebut, Maya Yulia Safitri, S.Psi. menjelaskan berbagai faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pernikahan dini, mulai dari faktor lingkungan, ekonomi, pendidikan, hingga pengaruh pergaulan. Selain itu, beliau juga menjelaskan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan akibat pernikahan di usia dini, baik dari segi pendidikan, kesehatan, psikologis, maupun kondisi sosial dan ekonomi di masa mendatang.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Antusiasme tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang memberikan tanggapan dan mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi berlangsung. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya merencanakan masa depan serta mempersiapkan diri untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.
Di akhir penyampaian materi, Maya Yulia Safitri, S.Psi. memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus semangat dalam menempuh pendidikan dan tidak terburu-buru mengambil keputusan terkait pernikahan di usia muda.
Beliau menyampaikan, “Kita sekolah setinggi-tingginya, menggapai impian kita, mendapati profesi yang kita inginkan, dan menjauhi pernikahan di usia dini untuk masa depan yang indah.”
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para siswa dan siswi SMPN 3 Ciwidey dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai bahaya pernikahan dini serta memiliki motivasi untuk terus melanjutkan pendidikan, merencanakan masa depan dengan baik, dan mewujudkan cita-cita yang diimpikan.

