Ciwidey, 11 Juli 2026 – Dalam rangkaian kegiatan Eureka Mengabdi 2026, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Lingkungan yang bertempat di Padepokan Pa Undang, RW 14 Kampung Ciparigi, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini mengangkat tema mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, yaitu Bapak Hanifan Adi Nugroho, S.K.M. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat, mahasiswa HM-PS Pendidikan Fisika, serta peserta Eureka Mengabdi 2026. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan yang saat ini menjadi perhatian bersama.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari M. Fachri Syawal selaku Organizing Committee (OC) Eureka Mengabdi 2026. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber mengenai pentingnya pengelolaan sampah sebagai salah satu langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam pemaparannya, Bapak Hanifan Adi Nugroho, S.K.M. menjelaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan salah satu bentuk amal kebaikan yang memiliki nilai ibadah. Menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai perilaku yang baik, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab manusia dalam menjaga dan melestarikan alam. Lingkungan yang bersih dan sehat menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang sejahtera.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga memaparkan berbagai fakta mengenai kondisi lingkungan di Indonesia. Disampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah produksi sampah yang tinggi di dunia. Selain itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara penyumbang sampah makanan terbesar, yang menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola konsumsi serta limbah makanan yang dihasilkan.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa berbagai permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini turut berkontribusi terhadap meningkatnya pemanasan global. Kerusakan lingkungan, pencemaran, serta pengelolaan sampah yang belum optimal menjadi tantangan besar yang perlu dihadapi bersama. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat apabila tidak segera ditangani melalui upaya nyata dari seluruh pihak.
Dalam sesi pemaparan materi, Bapak Hanifan juga mengajak seluruh peserta untuk melakukan refleksi diri mengenai pentingnya tanggung jawab individu terhadap lingkungan. Kesadaran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah sesuai jenisnya, serta menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
Selain membahas mengenai pengelolaan sampah, narasumber juga menyampaikan hasil kajian yang menunjukkan adanya hubungan antara perilaku menjaga kebersihan lingkungan dengan tingkat kebahagiaan seseorang. Lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata dengan baik dapat memberikan rasa nyaman, tenteram, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, masyarakat dan peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai permasalahan sampah yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Berbagai pertanyaan yang diajukan mendapatkan respons yang baik dari narasumber melalui penyampaian solusi praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana diskusi berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari masyarakat maupun mahasiswa yang hadir. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu lingkungan serta keinginan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.


Melalui kegiatan sosialisasi lingkungan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat lainnya sehingga tercipta budaya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan di lingkungan Desa Rawabogo.
Kegiatan Sosialisasi Lingkungan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan demi terciptanya kehidupan yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.

